Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Tips-Tips Manajemen Waktu

 pejagailmu.blogspot.com
Seperti dalam post Manajemen Waktu 1 kemaren kita tahu betapa berharganya waktu. untuk itu agar waktu yang kita miliki tidak berjalan sia-sia atau malah merugikan kita kita perlu melakukan hal hal berikut:

1. optimalisasi waktu kita hendaknya memahami dan mengetahui cara mengoptimalkan waktunya. Hal ini bertujuan untuk kebaikan dan kemaslahatan dirinya dan orang.

2. Memiliki manajemen hidup yang baik.
kita harus pandai mengatur segala urusan hidupnya dengan baik, menghindari kebiasaan yang tak jelas, matang dalam pertimbangan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan pekerjaan. Ia harus berpikir, membuat program, mempersiapkan, mengatur dan melaksanakannya.

3. Memiliki pemikiran yang dinamis.
keluasan atau fleksibilitas dalam berpikir wajib dimiliki, seperti mampu berpikir benar sebelum bertindak, berpengetahuan luas, mampu memahami substansi pemikiran dan paham. Hal itu penting sebagai dasar pengembangan berpikir ilmiah.
4. Visioner
yaitu memiliki pandangan jauh ke depan, bisa mengantisipasi berbagai persoalan yag akan terjadi di tahun-tahun mendatang.

5. Melihat secara utuh setiap persoalan
Setiap orang yang dapat mengatur waktunya secara optimal, tidak melihat masalah secara parsial. Karena bisa jadi, persoalan itu memiliki kaitan dengan yang lainnya.

6. Mengetahui Perencanaan dan skala prioritas
Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.

7. Tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu
Mengerjakan sesuatu dengan tidak tergesa-gesa dan berdasar pada ketenangan jiwa yang stabil merupakan landasan yang penting dalam mewujudkan hidup yang lebih baik.
Sementara, orang yang tergesa menginginkan agar dalam waktu singkat ia mampu melakukan hal-hal yang terpuji, sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Hal ini jelas tidak sesuai dengan sunah kauniyah, yaitu hukum alam dan kebiasaan.

8. Berupaya seoptimal mungkin
Jika kita menginginkan terwujudnya aktivitas amal shalih, maka secara optimal kita harus mengarahkan diri pada persoalan itu sesuai kemampuan yang ada pada diri kita.

9. Spesialisasi dan pembagian pekerjaan
setiap kita harus memiliki keahlian tertentu. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ia juga perlu memfokuskan pada keahlian tertentu.

semoga dengan Tips Di atas  kita lebih dapat menjaga waktu kita.

Manajemen Waktu 1

pejagailmu.blogspot.compejagailmu.blogspot.compejagailmu.blogspot.com

for-single.blogspot.com
pejagailmu.blogspot.com










Waktu adalah salah satu nikmat tertinggi yang diberikan Allah kepada Manusia. Sudah sepatutnya manusia memanfaatkannya seefektif dan seefisien mungkin untuk menjalankan tugasnya sebagai makhluk Allah di bumi ini karen kita tidak dapat {menjamin} Insurance kapan kita mati dan waktu kita berakhir. Karena pentingnya waktu ini maka Allah swt telah bersumpah pada permulaan berbagai surat dalam al-quran yang turun di mekkah dengan berbagai macam bagian dari waktu. Misalnya bersumpah demi waktu malam, demi waktu siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, dan demi masa. Semisal dalam surat Al-Lail ayat 1-2, Allah berfirman:
“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang.”

Menurut pengertian yang popular di kalangan para mufassirin dan juga dalam perasaan kaum muslimin, apabila Allah bersumpah dengan sesuatu dari ciptaan-Nya, maka hal itu mengandung maksud agar kaum muslimin memperhatikan kepada-Nya dan agar hal tersebut mengingatkan mereka akan besarnya manfaat dan impressinya. Oleh karena itu, barang siapa terluput atau terlena dari suatu amal perbuatan pada salah satunya, maka hendaklah ia berusaha menggantikannya pada saat yang lain.
Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan. Setiap muslim yang memahami ayat di atas, tentu saja berupaya secara optimal mengamalkannya. Dalam kondisi kekinian dimana banyak sekali ragam aktivitas yang harus ditunaikan, ditambah pula berbagai kendala dan tantangan yang harus dihadapi.

Dalam ajaran Islam, ciri-ciri seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim memiliki kewajiban untuk mengelola waktunya dengan baik. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan, sebagaimana tersirat dalam surah Al-Furqan ayat 62 yang berbunyi: “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”

Seorang muslim haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, dirinya menginginkan sebagai ahli ibadah, dengan aktivitas qiyamullail, shaum sunnah, bertaqarrub illallah, dan menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dalam hubungannya secara horizontal, ia menginginkan bermuamalah dengan masyarakat, mencari maisyah bagi keluarganya, menunaikan tugas dakwah di lingkungan masyarakat, maupun di tempat-tempat lainnya. Dalam sejarah Rasulullah saw. dan orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap bahwa mereka sangat memperhatikan waktu, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi. Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari.

Waktu mempunyai karakteristik khusus yang istimewa. Kita wajib mengerti secara sungguh-sungguh dan wajib mempergunakannya sesuai dengan pancaran cahayanya. Di antara karakteristik waktu adalah sebagai berikut:

a. Cepat habis. Waktu itu berjalan laksana awan dan lari bagaikan angin, baik waktu senang atau suka ria maupun saat susah atau duka cita. Apabila yang sedang dihayati itu hari-hari gembira, maka lewatnya masa itu terasa lebih cepat, sedangkan jika yang dihayati itu waktu prihatin, maka lewatnya masa-masa itu terasa lambat. Namun, pada hakikatnya tidaklah demikian, karena perasaan tersebut hanyalah perasaan orang yang sedang menghayati masa itu sendiri. Kendati umur manusia dalam kehidupan dunia ini cukup panjang, namun pada hakikatnya umur manusia hanya sebentar, selama kesudahan yang hidup itu tibalah saat kematian. Dan tatkala mati telah merenggut, maka tahun-tahun dan masa yang dihayati manusia telah selesai, hingga laksana kejapan mata yang lewat bagaikan kilat yang menyambar.

b. Waktu yang telah habis tak akan kembali dan tak mungkin dapat diganti. Inilah ciri khas waktu dari berbagai karakteristik khusus waktu. Setiap hari yang berlalu, setiap jam yang habis dan setiap kejapan mata yang telah lewat, tidak mungkin dapat dikembalikan lagi dan tidak mungkin dapat diganti.

c. Modal terbaik bagi manusia. Oleh karena waktu sangat cepat habis, sedangkan yang telah lewat tak akan kembali dan tidak dapat diganti dengan sesuatu pun, maka waktu merupakan modal terbaik. Modal yang paling indah dan paling berharga bagi manusia. Keindahan waktu itu dapat diketahui melalui fakta bahwa waktu merupakan wadah bagi setiap amal perbuatan dan segala produktivitas. Karena itulah, maka secara realistis waktu itu merupakan modal yang sesungguhnya bagi manusia, baik secara individu (perorangan) maupun kolektif atau kelompok masyarakat.

dari sepenggal tulisan diatas kita harapkan kita lebih bijaksana dalam menggunakan waktu di hidup kita agar menjadi insan yang beruntung.

Memuliakan Tamu


pejagailmu.blogspot.comTok tok tok.,.di depan pintu, dilanjutkan dengan assalamualaikum, permisi, punten, any body home.,menunjukan adanya orang yang hendak berkepentingan kerumah kita, kita biasa menyebutnya Tamu. berbagai kepentigan dari yang simpel sampai yang serius bahkan misterius bisa saja di bawa sang tamu. ada yang sudah kita kenal, tentu kita tidak begitu curiga ataupun waspada, tapi jika tidak kita kenal? biasanya kita akan bertanya-tanya pada hati, dan penuh kecurigaan dan waspada. lalu sebenarnya apa yang harus kita lakukan kepada tamu yang datang di rumah kita? baik sudah kenal atau belum dikenal.

Islam ternyata sudah mengajarkan kepada kita bagaimana memperlakukan setiap tamu yang datang ke rumah kita yaitu dengan "Memuliakan"

Rosululloh bersabda

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ [رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”[HR. Bukhari dan Muslim]

kemudian bagaimana cara kita memuliakan tamu?
Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتُهُ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ الضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ وَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia mulyakan tamunya dengan pemberian untuknya sehari semalam. Hak bertamu adalah 3 hari, setelah itu adalah shodaqoh (H.R Abu Dawud)

Hadits ini menjelaskan cara memuliakan tamu dan hak menjamunya. Yaitu, apabila seorang tamu datang kerumah kita dan bermalam, hendaklah kita menjamunya pada malam yang pertama dengan sebaik-baik yang dapat kita sediakan. Pada hari yang kedua dan ketiga, kita berikan apa yang mudah saja. Sesudah tiga hari-tiga malam kita melayaninya sebagai tamu, habislah sudah haknya dan berakhir pula kewajiban kita terhadapnya. Dalam tiga hari itu, memang kita diwajibkan oleh agama unutk memuliakannya. Pada hari ia berangkat dari rumah kita, hendaklah kita berikan pada hari itu hadiah, yaitu kebutuhannya untuk sehari-semalam lamanya. Jika tamu kita itu tidak berangkat juga dari rumah kita pada hari keempat, segala yang kita berikan kepadanya dihukumkan sebagai sedekah. Haknya sebagai tamu telah habis dan kewajiban kita melayaninya sebagai tamu sudah selesai. Jadi batas perjamuan itu tiga hari-tiga malam saja. Lewat dari itu para tamu tidak boleh lagi tinggal di rumah kita kecuali bila kita rela menerimannya. Hal ini mengingat hadits Nabi SAW, “Dan tidak halal(tidak boleh) bagi para tamu berdiam lama-lama dirumah orang yang menerimanya, karena yang demikian itu memberatkan tuan rumah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
for-single.blogspot.com

Memuliakan tamu itu meliputi menyambut kedatangannya dengan air muka yang jernih dan menyenangkan selama ia berada ditempat kita (dalam batas perjamuan sebagaimana tersebut diatas) dan membicarakan yang baik-baik dengan dia. Selain itu juga mendudukannya (menempatkannya) ditempat yang baik dan kita sendiri yang melayaninya dan selama tiga hari kita menyiapkan makan-minumnya. Segera setelah kedatangannya, kita mesti mengajak minum ataupun makan jika waktunya tiba. Hatim Al-Asham berkata,”Bergegas-gegas itu tabiat setan. Kecuali bergegas-gegas dalam lima hal, karena yang lima ini berasal dari sunnah Rasulullah SAW : Perama, menyediakan makanan untuk tamu yang datang; kedua, menyelenggarakan(mengurus) jenazah; ketiga, mengawinkan gadis; keempat, menyelasaikan pembayaran utang; kelima, bertaubat dari dosa.”

Dan tentu jaminan (Insurance) keamanan, kenyamanan tamu harus kita berikan, insya Alloh berlimpah pahala. (pejagailmu)

I look I see



pejagailmu.blogspot.com
Singer : yusuf islam

I look I look I look I see
I see a world of beauty
I touch I touch I touch I feel
I feel the world around so real

And everything I do,
I dedicate to You,
Cause You made me
I am for You
I listen listen listen I hear
I hear the word of God's so clear
I read I read I read I know
It helps my knowledge grow

And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I listen listen listen I hear

He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih

I sleep I sleep I sleep I dream
I dream in a garden green
I wish I wish I wish I pray
I pray to be here everyday

And everything I do
I dedicate to You
Cause You made me
I am for You

I work I work I work I strive
To make something of my life
I seek I seek I seek I find
I find another hill to climb

And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I look I look I look I see

He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih

Hal-Hal Yang Menyebabkan Mandi Wajib


Pejagailmu.blogspot.com

Satu : Keluarnya mani dengan disertai syahwat.
Baik pada laki-laki atau perempuan, dalam keadaan tidur maupun terjaga. Dalil tentang syarat "keluarnya mani" 
1. Hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata : "apakah wajib atas seorang wanita untuk mandi bila dia bermimpi?. Maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menjawab : Iya bila ia melihat adanya air mani”  
2. Hadits Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : “Air itu hanyalah karena air”. Maknanya adalah air untuk mandi itu menjadi wajib hukumnya untuk diguyurkan ke tubuh karena keluarnya air mani dari tubuh tersebut, jika tidak keluar maka tidak wajib mandi,,, Sehingga
 1-Kalau seseorang tidur dan bermimpi dan melihat ada mani yang keluar, maka wajib mandi
 2-Kalau seseorang tidur dan bermimpi tetapi tidak melihat adanya mani yang keluar, maka tidak wajib mandi
 3-Kalau seseorang tidur dan tidak bermimpi dan dia melihat ada mani yang keluar, maka dia wajib mandi
4-Kalau seseorang tidur dan tidak bermimpi dan tidak melihat adanya mani yang keluar maka dia tidak wajib mandi
5-Kalau seseorang dalam kondisi tidak tidur (terjaga) dan keluar mani disertai syahwat maka dia wajib mandi.
6-Kalau seseorang dalam kondisi tidak tidur (terjaga) dan keluar mani tidak disertai syahwat maka tidak wajib mandi (semisal karena kedinginan atau penyakit) pada hal ini ada perbedaan pendapat tentang kewajiban mandinya.
 Dalil tentang syarat "disertai syahwat" Hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu : “Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : Jika kamu memancarkan mani dengan kuat) maka mandilah janabah dan jika tidak (keluar dengan kuat), maka tidak wajib mandi

Dua : Bertemunya kemaluan suami dan istri walaupun tidak keluar mani.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : “Apabila seseorang duduk antara empat bagiannya (tubuh perempuan) kemudian ia bersungguh-sungguh [yakni melakukan hubungan suami-istri] maka wajib baginya untuk mandi. Dan salah satu riwayat dalam Shohih Muslim “walaupun tidak keluar”.

Tiga : Perempuan yang suci dari Haid dan Nifas.
 Firman Allah Ta’ala “Jika mereka telah suci maka datangilah mereka sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada kalian.

 Empat : Orang kafir yang masuk Islam.
Apakah dia kafir asli atau murtad, ia telah mandi biasa sebelum islamnya atau tidak, didapati darinya ketika masih kafir, apa-apa yang mewajibkan mandi atau tidak.
Hadits Qois bin A’shim radhiyallahu ‘anhu : “Saya mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam maka Nabi memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara.

 Lima: Meninggal (mati) Maksudnya wajib bagi orang yang hidup untuk memandikan orang yang meninggal.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang orang yang jatuh dari ontanya dan meninggal, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara dan kafanilah dengan dua baju”.

Wallohu’alam.
(pejaga ilmu)

Tangisan Pusara


Ia terluka..
Ia dihinakan dan menangis.
Hatinya tersayat hebat.
Tercemooh oleh ucap dan laku darah dagingnya
Kegigihannya berkorban
pejagailmu.blogspot.comHanya melahirkan buah hati yang menyakiti.
Tak pernah ada santun yang menjunjung.
Namun maki yang kian meninggi
Ia menangis..
Di usianya yang senja
Di saat keriput tak mampu menumpu
Ia sendiri
Tersingkir dari dunia yang ia besarkan
Tersinggah dalam wreda
Tak kuasa bila Ia mengenang.
Tak seperti saat Ia menimang dahulu.
Penuh kasih begitu sayang
Tapi kini Ia hanya terbuang.
Lalu masa akhir membunuhnya.
Tak tertemani untuk hidup abadi
Hanya orang asing yang lalu lalang
Yang menutupkan pusara atas raganya
Lalu menuliskan tanda.
Ia adalah seorang Ibu.
Kini pusaranya senantiasa basah
Apakah Ia menangis?

Mandi wajib


for-single.blogspot.com
Di dalam agama Islam diajarkan bagaimana cara membersihkan Hadast besar yaitu dengn Mandi wajib yang intinya adalah dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari atas kepala hingga ujung kaki.

A. Rukun (yang wajib dikerjakan)
Untuk melakukan mandi janabah, maka ada 3 hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok:
1. Niat. Sabda Nabi SAW: “Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya.”
Niat boleh dalam hati dan boleh di lafadzkan
pejagailmu.blogspot.com

"aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena allah taala."
2. Menghilangkan Najis Kalau Ada di Badan
Menghilangkan najis dari badan sesunguhnya merupakan syarat sahnya mandi janabah. Dengan demikian, bila seorang akan mandi janabah, disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya.
Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Adapun bila najisnya tergolong najis berat, maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.
3. Meratakan Air Hingga ke Seluruh Badan
Seluruh badan harus rata mendapatkan air, baik kulit maupun rambut dan bulu. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus, seperti cat, lem, pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air.
Sedangkan pacar kuku dan tato, tidak bersifat menghalangi sampainya air ke kulit, sehingga tetap sah mandinya, lepas dari masalah haramnya membuat tato.

B. Sunnah-sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah:
Membaca basmalah.
Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air
Berwudhu` sebelum mandi
Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu’
penuturan Aisyah Radhiyallahu Anha:

“Apabila Rasulullah hendak mandi junub (mandi besar), beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya sebelum memasukannya ke dalam bejana. Kemudian beliau membasuh kemaluannya dan berwudhu seperti halnya berwudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau menuangkan air pada rambut kepalanya, kemudian mengguyurkan air pada kepalanya tiga kali guyuran, kemudian mengguyurkannya ke seluruh tubuhnya,” (HR At-Tirmidzi: 104, dan Abu Daud: 243).

Wallahu a’lam bishshawab,





Di antara Dua Cinta



Penyanyi : Raihan
pejagailmu.blogspot.com

apa yang ada jarang disyukuri
apa yang tiada sering dirisaukan
nikmat yang dikecap baru kan terasa bila hilang
apa yang diburu timbul rasa jemu
bila sudah di dalam genggaman

dunia ibarat air laut
diminum hanya menambah haus
nafsu bagaikan fatamorgana
di padang pasir

panas yang membahang disangka air
dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan.. leraikanlah dunia
yang mendiam di dalam hatiku
kerana di situ tidak ku mampu
mengumpul dua cinta
hanya cintaMu ku harap tumbuh
dibajai bangkai dunia yang kubunuh

Doa Persaudaraan paling Indah

pejagailmu.blogspot.com


"Ya Allah…
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Karena itu ya Allah, kukuhkanlah ikatannya,
kekalkanlah cintanya. tunjukilah jalan-jalannya,
penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar,
lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan
bertawakkal kepadaMu,
nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu,
matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong". Amin.

Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Di Bawah Naungan Langit


for-single.blogspot.com











Anakku mengadu tentang isi perutnya
Matanya nanar menatapku.
Begitu dalam berkaca-kaca.
Menusuk hatiku dan menyayat tajam.
Aku menangis.,.
Sambil tersenyum aku sampaikan.
“Tidurlah dulu nak agar perutmu istirahat”
Di menjawab bahwa perutnya semakin meronta.
Sambil ku belai wajahnya
Kulantunkan nyanyian untuk membius perasaan anakku

Ku tunggu, siapa yang ku tunggu?
Bapak dari anakku?
Bukan bukan itu
Dia tidak akan pernah pulang.
pejagailmu.blogspot.com
Dia telah menghilang.

Sesekali anakku menggeliat merasakan gemuruh dalam perutnya.
Nasi terakhirnya telah terkuras untuk bermain siang tadi.
Malam semakin menghujam
Lentera bintang mulai suram tertutup kabut malam
Kupeluk erat anakku
Di bawah naungan langit yang tak lagi biru.
Apakah hidupku akan selalu hitam?
Masa lalu apa yang pernah aku temui?
Itu sudah terlupakan.
Aku tak lagi mengenal dunia lebih jauh.
Cukup bagiku bergelimang dengan sisa kehidupan mereka.
Demi sesuap nasi yang bisa menghidupkan nyawa kami.
Di bawah naungan langit
Tak henti aku berdoa
Takkan pernah berhenti.
(pejagailmu)


Level Pemimpin Terbaik


pejagailmu.blogspot.com

Tangga Kepemimpinan
1. Pemimpin yang Dicintai
Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka.
Pada tahap ini
Akan membentuk sifat pemimpin yang adil dan bijaksana.
Pengikutnya akan merasa senang untuk berada didekatnya.
Pengikutnya akan mengikuti kita karena merasakan sebentuk perhatian yang tulus kasih sayang dan kejujuran.
Mampu menunjukan kepedulian sosial dengan ketulusan hatinya.
Mampu memupuk hubungan yang baik dengan sahabat dan lingkungan sosialnya
“Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih saying”. ( QS Al Balad 17 ).
2. Pemimpin yang Dipercaya
Seseorang yang memiliki integritas tinggi adalah yang dengan penuh keberanian serta berusaha tanpa kenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang ia cita-citakan.
Integritas adalah sebuah kejujuran
Integritas tidak pernah berbohong
Integritas adalah kesesuaian antara kata kata dan perbuatan yang menghasilkan kepercayaan.
Pada tahap ini
Mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten dengan langkahnya
Orang lain akan melihat bagamana komitmen Anda
Dari komitmen tersebut orang akan menilai dan memutuskan untuk mengikuti atau tidak mengikuti Anda.
Membuat Anda dipercaya dan dengan kepercayaan ini orang lain akan mengikuti kita dengan sendirinya
“Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. “(QS Al An`am 48)
3. Pembimbing
Pemimpin yang berhasil bukanlah yang berhasil dari sisi luas atau tidaknya kekuasaanya namun lebih karena kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan tingkat ini
Sumber daya manusia yang berkualitas
Sarana dan prasarana
Ilmu yang berguna
Pada tahap ini
Puncak loyalitas pengikutnya akan terbentuk
Terbentuknya kader kader penerus perjuangan yang berdedikasi tinggi
Harus sudah memiliki prinsip yang kuat dan benar yaitu Tawakkal kepada Alloh.
 "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS An Nur 51)
4. Pemimpin yang Berkepribadian
Disiplin pribadi adalah suatu hal yang datang terlebih dahulu. Pemimpin tidak akan berhasil memimpin orang lain apabila ia belum berhasil memimpin dirinya sendiri. Pemimpin harus mampu mengenal secara mendalam siapa dirinya.
Sebelum ia memimpin orang lain ia harus lebih dulu memimpin ke dalam.
Pekerjaan inilah yang sebenarnya paling berat : memimpin diri sendiri melawan hawa nafsu.
Disiplin adalah bagaimana mencapai apa yang sungguh sungguh diharapkan dengan melakukan hal hal yang tidak diinginkan.
Musuh yang paling berat sebenarnya adalah diri sendiri, dan seorang pemimpin harus mengenali siapa lawan siapa kawan termasuk dalam dirinya sendiri. Tanpa pengetahuan tentang hal ini maka ia akan menjadi budak dari pemikiran yang diciptakannya sendiri.
Pada tahap ini
Mampu mengontrol dirinya.
Mampu mengenali dirinya secara mendalam.
“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan …” (QS Al Baqoroh 119)
5. Pemimpin Abadi
Pemimpin abadi adalah yang cara berfikir dan pengaruhnya akan terus berjalan sampai akhir zaman.
Pada tahap ini
Ajakan serta nasihatnya akan terasa mengalir begitu alamiah.
Pengikutnya akan merasakan aroma kenenaran dari setiap ucapnnya.
Berpikiran dan berhati jernih.
Pemimpin Abadi tercermin dari kepemimpinan Rosululloh SAW. Beliau bukan hanya seorang pemimpin manusia namun ia adalah pemimpin segenap hati manusia.
“Dan sesungguhnya kau (Muhammad) mempunyai berbudi pekerti yang agung”. (QS Al Qolam 4)
Tentang cara kepemimpinan Rosululloh SAW semuanya tersimpul dalam cerita yang diambil dari Ali bin Abi Thalib Kw,
*
Ma`rifat adalah modalku
Akal pikiran adalah sumber agamaku
Rindu kendaraanku
Berdzikir kepada Alloh adalah kawan dekatku
**
Keteguhan perbendaharaanku
Duka adalah kawanku
Ilmu adalah senjataku
Ketabahan adalah pakaianku
***
Kerelaan sasaranku
Faqir adalah kebanggaanku
Menahan diri adalah pekerjaanku
Keyajinan makananku
****
Kejujuran perantaraku
Ketaatan adalah ukuranku
Berjihad perangaiku
Dan hiburanku adalah dalam sembahyang


Cahaya Hati


penyanyi : Opick

Allah engkau dekat penuh kasih sayang
Takkan pernah engkau biarkan hamba-Mu menangis
Karna kemurahan-Mu
Karna kasih sayang-Mu

Hanya bila diri-Mu
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa yang rela dia kekasih-Mu
Kau selalu terjaga yang memberi segala

Reff:
Allah Rahman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi

Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asma-Mu
Kau yang selalu terjaga yang memberi segala

Back to Reff:

Setiap mahluk bergantung pada-Mu
Dan bersujud semesta untuk-Mu
Setiap wajah mendamba cinta-Mu cahaya-Mu

Back to Reff:

Yaa Allah Ya Rahman
Yaa Allah Yaa Alllah Yaa Allah
Ya Nurul Qolbi
Yaa Allah


Episode Siang


pejagailmu.blogspot.com

Panas terik dan kerasnya Dunia telah menempa diri menjadi pribadi baru.
Tua pasti dewasa belum tentu.
Predikat mana yang sudah di sandangkan?
Bermanfaatkah diri?
Atau hanya waktu yang panjang penuh sia-sia
Bekerja, dan berjuang
Membangun impian di masa pagi.
Peluh, keringat dan sayatan sayatan luka
Sejauh perjalan ini
Pencarian terus berlanjut
Dahaga dahaga akan dunia terus bertambah
Tak pernah terpuaskan.
Adakah air suci yang membasuh?
Ataukah noda-noda yang terus bertambah?
Sehingga diri semakin legam dan kaku.
Episode siang yang menghujam
Usia puncak kejayaan.
Berbuatlah sesuka jikalau tiada malu
Namun sungguh.
Persidangan itu akan datang
Bertubi-tubi Tanya akan datang
Bertanya digunakan untuk apa masa muda?
Seakan meminta semua waktu kembali
Jangan sia sia jangan sia sia.
Berjayalah dan bertaqwalah
Siramilah selalu bibit bunga dengan kalimah Illahi
Agar darah yang mengalir semurni hati yang bersahaja
Seperti manisnya keimanan.
(pejagailmu)

Setiap Kita Adalah Pemimpin


pejagailmu.blogspot.com

Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Rosulullah SAW bersabda :
“Ketahuilah…Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya, seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya,
seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga dan ia bertanggung jawab terhadap keluarganya, seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka,
seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggung jawab terhadapnya, setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang di pimpinnya”. (HR. Abu Daud : 2930)
 
Kita terkadang tidak menyadari bahwa sebenarnya kita adalah pemimpin
Saat seorang anak menjadi ketua kelas maka ia adalah pemimpin.
Ketua RT adalah pemimpin.
Guru adalah pemimpin bagi muridnya.
Hampir setiap orang jadi pemimpin bagi lingkungannya meski hanya satu orang pengikutnya.
Manusia seorang diripun adalah pemimpin yang harus mampu memimpin dirinya sendiri.
Ketidak sadaran inilah yang acapkali mengakibatkan orang tidak mau mengembangkan ilmu kepemimpinan. Ucapan seperti “saya mah rakyat kecil”  sesungguhnya sangat mengerdilkan. Betapa tidak, seorang tukang becak pun adalah pemimpin yang hebat bagi keluarganya di rumah.
Tangga Kepemimpinan
Masing masing tangga tersebut harus dilalui dengan benar dan tidak boleh ada satu tanggapun yang terlewati atau diloncati.
Seperti sebuah Game yan dimana setiap Level mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Makin tinggi levelnya makin sulit tantangannya.
Kita sebagai manusia yang diberi anugerah akal dan pikiran wajib mendayagunakan semua PemberiaNya sebagai wujud rasa syukur kita terhadap Sang Pencipta.
Semuanya harus di perhitungkan dan di usahakan dengan segenap kemampuan yang kita miliki untuk bisa mencapai puncak dari tangga kepemimpinan yaitu menjadi pemimpin abadi.
Tapi kita jangan berkecil hati apabila hanya mampu menyelsaikan level satu karena tugas kita hanya usaha, do`a dan tawakkal..  Yang penting ada usaha yang kuat sebagai wujud dari kemauan yang kuat dan hasilnya serahkan pada Alloh SWT.
Tangga atau Level Kepemimpinan yang harus kita lewati satu persatu tersebut tersebut adalah :
1.       Pemimpin yang Dicintai
2.       Pemimpin yang Dipercaya
3.       Pembimbing
4.       Pemimpin yang Berkepribadian
5.       Pemimpin Abadi
Lalu seperti apakah tangga kepemimpinan itu?, bagaiman pemimpin yang di cintai?, dipercaya?, dan pemimpin yang abadi?(pejagailmu)
pejagailmu.blogspot.com 
Continue next part.

Muhasabah Cinta

penyanyi : Edcoustic

pejagailmu.blogspot.com

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Back to Reff.
for-single.blogspot.com

Tamu Tak Diundang


for-single.blogspot.com



Ia Datang dari pintu yang tak terduga
Tak mengetuk dan mengucap salam.
Mengendap seperti pencuri.
Tapi apa yang hendak di curi?
Apa yang hedak Ia renggut dari diri kita?
Resah gelisah kian melanda
Berita itu datang dalam waktu dekat atau lama kah?
Sedangkan ia masih menjadi rahasia besar
“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit." (QS Al Isra' 17:85)
Lalu kemana kita akan bersembunyi?
Sedangkan Ia menembus apa yang menghalangi
“ Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh”(QS An Nisa 4:78)
"Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
Bagaimana kita menghindar?
Sedangkan Jika busur telah pada apa yang di sasarkan
“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

“Katakanlah; Sesungguhnya kematian yang kalian berusaha lari darinya itu pasti akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui perkara ghaib maupun perkara yang tampak lalu Allah akan mengabarkan kepada kalian apa saja yang telah kalian kerjakan -di dunia-.” (QS. al-Jumu’ah: 8)

Bagaimana kita menolak?
Sedang jika waktunya tiba tak dapat di majukan atau di mundurkan
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
pejagailmu.blogspot.com 
Ketika Ia datang apa yang hendak kita perbuat?
Sedang sahabat, keluarga atau siapapun tidak ada yang mampu menolong kita
Kemudian kita ditinggalkan.
Siapakah yang akan menemani?
(pejagailmu)

Wanita Di seberang Hati



pejagailmu.blogspot.com

Tak pernah ku mengenalnya di waktu itu
Hanya ku pandang dari jarak yang tak terjangkau.
Selalu ku kagumi selalu ku rindukan
Bidadarikah Ia yang turun ke dunia?

Tak terlihat hitam rambutnya.
Berganti mahkota hijau yang menutupi diri hingga sempurna.
Teduh menghias dunia yang panas merona
Menyejukan kalbuku dari segala amarah.

Senyumnya terlukis saat ia bercakap dengan sesamanya.
Sembari duduk melingkar menkaji mengaji.
Memang tak terdengar suaranya dari arahku.
Sembari duduk bersandar pada tiang Masjid
Sesekali ku curi pandang itu.
Ah.,bidadarikah Ia?
Dengan penutupnya yang sempurna mengalahkan segenap wanita dunia.
Sepertinya itu cerminan hati dan akhlak
Kain panjang yang menyelimutinya tak mengalahkan kecerdasan akhlak dan pergaulan.
Ia jaga dan terjaga.

Tentulah aku tak berharap tentangnya.
pejagailmu.blogspot.comPada Tuhanku, aku berdoa dengan doa terbaik.

Siapapun pendampingku nanti.,
Yang terbayang padaku adalah.
Kesalehahan yang lembut dan penyayang
Tidak harus ia yang bermahkota hijau
Keindahan Akhlaknya yang menjadi harapku.
Untuk mendidik anak cucuku.
Tak berbatas di kehidupan
Tapi kebahagiaan yang berkekalan di sebuah Surga Abadi.
Ialah wanita salehah yang membuat cemburu bidadari di Surga
Sepertimu..
(pejagailmu)