Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Perjalanan Malam

Napak Tilas
mengambil hikmah dari sebuah peristiwa yang akan sulit dipercaya kecuali dengan keimanan.

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil aksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."(Q.S Al-Isra; 1)

Dalam perjalanan ini banyak sekali kejadian yang di alami oleh baginda Rosululloh SAW. berikut kisahnya.

 pejagailmu.blogspot.com

Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka‟bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS. Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: “Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”. Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT. Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS. Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya. Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: “Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)”, mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya‟ yang menaiki buroq ini.
Dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa‟ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali. (Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: “Turunlah disini dan sholatlah”, setelah Beliau sholat, Jibril berkata: “Tahukah anda di mana Anda sholat?”, “Tidak”, jawab beliau, Jibril berkata: “Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah”.
Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: “berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!”, setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun. Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina‟, sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: “Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam”. Setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata: “Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?” Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah.
pejagailmu.blogspot.com
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”, Jibril menjawab:” mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali.

Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak, beliau bertanya: “Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”, “Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Firaun, dan anak-anaknya”, jawab Jibril AS. Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun, ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh, spontan dia mengatakan: “Bismillah, celakalah Firaun”, mendengar ini anak Firaun bertanya: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?”, Masyithoh menjawab: “Ya”. Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. Setelah dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu, dia berkata: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?”, Masyithoh menjawab: “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”. Mengetahui keteguhan iman Masyithoh, kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali dia dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad, jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa, tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya, justru dia berkata: “Jika kamu hendak membinasakan kami, silahkan, dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami dalam satu tempat”. Maka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanasi, setelah betul-betul mendidih, dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya, satu persatu mereka syahid, sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya, kemudian anak itu berkata: “Wahai ibuku, lompatlah, jangan takut, sungguh engkau berada pada jalan yang benar”, kemudian dilemparlah dia dan anaknya.

Kemudian di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur, setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat. Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab: “Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”. Ketika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan: “Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku”, tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi, seandainya beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya, yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya. Walhamdulillah. Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: “Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”, tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya, Jibril berkata: “Wahai Nabi itu adalah dunia, seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat”.

Wallohu"alambishawab.

Hikmah Menuju Pasar

Teringat dlu ketika menyaksikan sebuah cerita pendek di sinetron ramadha yang berjudul lorong waktu yang berkisah tentang ayah dan anaknya yang sedang menuju pasar. jadi begini ceritanya.

pejagailmu.blogspot.com
Suatu hari ada seorang ayah dan anaknya yang bepergian menuju ke pasar dengan menaiki keledai. Tujuannya untuk menjual keledai tersebut. Karena jaraknya yang cukup jauh diperlukan waktu hampir setengah hari.
Mereka membawa keledainya dengan dituntun. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan orang yang baru kembali dari pasar. Orang tersebut kemudian berkata “ Kenapa kalian capek-capek berjalan kaki. Bukankah keledai dapat dinaiki? Alangkah enaknya jika kalian naik saja keledai itu”

Mendengar perkataan itu, ayah dan anaknya kemudian menaiki keledai itu. Keledai itu ternyata tak cukup besar sehingga terlihat kepayahan. Tetapi karena lebih menghemat tenaga maka mereka tetap menaikinya.
Tak berapa lama, bertemulah mereka dengan penjual sayuran yang sedang menunggu pembeli memilih-milih sayurannya. Kemudian penjual sayuran itu melihat keledai yang kepayahan membawa ayah dan anaknya di punggungnya. “ Ah betapa kasihannya keledai itu, sudah badannya kecil dinaiki oleh ayah dan anaknya yang berat. Benar-benar tidak memiliki kepedulian kepada hewan.”

Mendengar perkataan tersebut, ayah dan anaknya turun dari keledai. Kemudian memutuskan bahwa sebaiknya satu orang saja yang menaiki keledai, satu orang yang menuntun keledai. Maka diputuskanlah anaknya yang naik keledai sementara ayahnya menuntun keledai.
Di tengah perjalanan, di sebuah persimpangan bertemulah mereka dengan penjual sapi dan anaknya. Si penjual sapi berceletuk “ Lihatlah nak, itu contoh anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya. Sang ayah bercapek-capek sementara ia ber-enak-enak di atas keledai.”

Mendengar perkataan tersebut sang anak berkata kepada ayahnya “Yah sebaiknya ayah yang naik dan aku yang menuntun, aku tak mau dikatakan tidak berbakti.” Sang ayahpun menyetujuinya. Sekarang bergantian sang anak yang menuntun sementara sang ayah naik keledai.
Sepertiga jalan dari pasar, mereka bertemu dengan seorang kakek dan cucunya yang sedang berjalan-jalan. Sang kakek berkata “ Lihatlah cucuku, itulah contoh ayah yang tidak sayang kepada anaknya. Si anak bersusah payah berjalan sementara ayahnya naik keledai.”

Mendengar perkataan itu sang ayah menjadi merenung. Benar juga, pikirnya. Kemudian dia turun dan mengajak musyawarah anaknya. “ Nak kelihatannya kita sellau serba salah, kita tuntun keledai salah, naik berdua juga salah. Kamu yang naik, aku yang menuntun salah. Apalagi aku yang naik sementara kamu menuntun. Sebaiknya kita apakan keledai ini?”
Anaknya berpikir sejenak. “ Ayah bagaimana kalau kita pikul saja keledai ini. Siapa tahu memang itu cara terbaik.” Sang ayah setuju. Kemudian mulai mengikat kaki keledai kemudian memanggul keledai itu bersama anaknya. Merasa sudah benar mereka dengan penuh percaya diri memasuki pasar. Tetapi banyak orang menertawakannya. Banyak yang bilang “ Keledai bisa berjalan sendiri kok dipanggul. Kan jadi memberatkan. Dasar orang yang aneh.”

Mendengar perkataan tersebut sang ayah kehabisan akal. Mau gimana lagi biar tidak salah membawa keledai itu.

Hikmah yang bisa kita ambil dari cerita dia atas adalah bahwa kita harus punya pendirian yang kuat. tidak harus setiap yang dikatakan atau masukan orang kepada kita harus kita kerjakan, tapi kita harus punya alasan kenapa kita melakukannya atau tidak melakukannya.,.semoga bermanfaat.

Bohong Mati

Innalillahi wainna ilaihi roji'un
Dari Alloh kembeli pada Alloh
Sebuah nama kini telah mati.
pejagailmu.blogspot.comnama yang selalu menjadi laku telah kaku.
samar menyamar menjadi sosok terindah.
memajangkan diri sebagai sang pujaan.
dari tuturnya berucap beribu kisah.
kisah yang sulit dimengerti.
alibi alibi yang saling menutupi.
mengelak dan menolak
Nama itu kini telah terkikis
menampakan wujud asli dibalik konspirasi

Runtuh satu demi satu
pilar pilar sandiwara yang dibangun menampakan anima anima
wajah cantiknya berubah menjadi tua renta
hanya tertutup kain penghias

tak perlu berteriak
meneriakan BOHONG dengan lantang
karena kini Ia sudah mati
kehidupan yang menjalar di lingkaranku
kehidupan yang bernama BOHONG
kini telah berganti
haruskah kini aku membalas?
ataukah aku harus memelas?
kekalutan yang tercipta selama masa kini berganti lega
lega karena Bohong telah menamatkan diri
merenungku kini ditepian pagi menyambut hari baru
menutup kupasan malam yang menyeramkan
dan dendamku aku kebumikan bersama kebohongan yang tertelan.
(pejaga ilmu)

Empat Nasib Manusia


Dilihat dari segi nasib, manusia akan mengalami bahagia atau sengsara baik di dunia ataupun di akhirat. bisa jadi seorang manusia akan bahagia di dunia tapi sengsara di akhirat, ada yang sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat, ada yang bahagia di dunia dan di akhirat, dan yang paling celaka tentu sengsara di dunia dan sengsara di akhirat.

Perlu digaris bawahi di sini bahwa "kebahagiaan di dunia" yang dimaksud bukanlah kebahagiaan hakiki berupa kebahagiaan dan ketenangan karena naungan ridho Illahi. tapi kebahagiaan seperti yang dipersepsikan kebanyakan orang berupa harta melimpah, hidup serba mudah, dan musibah seakan enggan bersinggah.

pejagailmu.blogspot.com
berikut adalah Empat Nasib Yang salah satunya akan dialami oleh seorang manusia

Pertama Bahagia di Dunia dan di Akhirat
bahagia di dunia dan akhirat tentu menjadi idaman setiap insan. munculnya semboyan "kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya mati masuk surga" menjadi khayalan tingkat tinggi. namun benarkah ada orang kaya di dunia yang kemudian mati masuk surga?. tentu saja jawabannya ada, itulah orang yang termasuk anugrah istimewa dari Alloh SWT.
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang para sahabat yang ekonominya lemah mengadu kepada Rosululloh SAW. mereka mengadu bahwa sahabat yang punya kecukupan harta melakukan shalat dan puasa sebagaimana mereka melakukan tapi sahabat yang kaya bersedekah dengan kelebihan harta. kemudian Rasululloh mengajarkan bahwa dzikir, amar ma'ruf nahi mungkar juga sedekah, kemudia mereka bertanya kembali bukankah sahabat yang kaya juga bisa melakukan demikian?, rosululloh menjawab "itulah anugrah Alloh yang akan diberikan kepada siapapun yang dikehendaki".
Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa ketika kelebihan berupa harta, kesehatan, dan kedudukan di gunakan untuk meningkatkan kualitas Ibadah kepada Alloh SWT, ini akan menjadi jalan menuju Surga tempat kebahagian hakiki di sisi Alloh SWT.

Sengsara di Dunia Bahagia di Akhirat
nasib ini di alami sebagian besar orang beriman sebagai ujian di Dunia
Alloh SWT berfirman
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk". [al Baqarah/2:155-157]

Bahagia di Dunia Sengsara di Akhirat
Ini adalah Gambaran sebagian orang kafir dan durhaka. Dimana mereka bergelimang harta dari hasil kerja tanpa mempedulikan halal haramnya dan menggunakan kedudukan dan kekuasaannya untuk bersikap dzolim dan juga kehidupannya diliputi kemaksiatan dan hura-hura
Alloh SWT berfirman
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras(Q.S. Luqman : 24)

Sengsara di dunia dan di Akhirat
Inilah manusia yang paling celaka. Dimana hidup miskin, susah payah mencari sesuap nasi, hutang bertumpuk kemudian diburu penagih hutang atau terkena sakit-sakitan yang tidak kunjung membaik dan tidak ada biaya berobat. Dan di Akhirat mereka tidak punya harapan mendapat kebahagiaan karena Iman sama seali tidak tumbuh dalam hati ataupun penuh dengan kesyirikan sehingga sampai akhir hayatnya merekan mati dalam keadaan kafir. Dan di akhirat api menyala-nyala sudah siap membakarnya, Na'udzu billah semoga kita terhindar dari yang demikian.
pejagailmu.blogspot.com

Sungguh masih ada kesempatanuntuk memilih dan berbuat, semoga kita selalu diberi kesadaran dan hidayah untuk selalu bersyukur baik saat kekurangan ataupun kebahagiaan di dunia kita masih punya keimanan dan ketaqwaan kepada alloh sebagai bekal kehidupan Akhirat yang kekal. Wallohua'lam bishawab.

Keledai Bintang

Pada suatu hari, ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Tak jelas apa yang menuntun ketiga orang bijak tersebut hingaa pada suatu hari sampailah mereka di desa Abu Nawas tinggal.
Tanpa basa-basi lagi, dengan alasan waktu yang sangat mendesak, ketiga orang tersebut meminta beberapa warga untuk mengajukan diri agar mau menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh ketiga orang bijak tersebut. Semua pun menggelengkan kepala tanda tak mampu menjawab.

Namun tak lama kemudian, orang-orang desa pun menyodorkan Abu Nawas untuk mewakili desa mereka. Abu Nawas dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa yang menonton percakapan itu seputar tanya jawab.
Orang bijak pertama bertanya kepada Abu Nawas,
"Dimanakah sebenarnya pusat bumi?"
"Tepat di bawah telapak kaki saya, Saudara," jawab Abu Nawas.
"Bagaimana bisa Saudara buktikan hal itu?" tanya orang bijak pertama tadi.
"Kalau tidak percaya, ukur saja sendiri," jawab Abu Nawas enteng.
Orang bijak yang pertama tadi diam tak bisa menjawab.

Melihat orang bijak pertama tadi kalah oleh Abu Nawas, tiba giliran orang bijak kedua yang mengajukan pertanyaan.
"Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?" tanyanya.
"Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan bulu keledai saya ini," jawab Abu Nawas
"Bagaimana bisa Saudara buktikan tentang hal itu," tanya orang bijak kedua.
"Nah, kalau tidak percaya, hitung saja bulu yang ada di keledai ini, dan nanti Saudara akan tahu kebenarannya," jawab Abu Nawas dengan enteng tanpa dosa.
"Kalau itu sih bicara ngawur, bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai?" tanya orang bijak kedua lagi.
"Nah...kalau saya ngawur, kenapa Saudara juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?" sanggah Abu Nawas.
Mendengar jawaban itu, si orang bijak kedua pun tidak bisa melanjutkan pertanyaannya lagi.

Mengetahui kedua temannya tak berdaya atas setiap jawaban yang diberikan oleh Abu Nawas, maka orang bijak yang ketiga pun mengajukan pertanyaan. Diantara ketiga orang bijak itu, orang ketiga inilah yang katanya paling bijak.
Dirinya benar-benar terusik oleh setiap jawaban cerdik yang diberikan oleh Abu Nawas.
"Tampaknya Saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba Saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada di ekor keledai itu," tanya orang bijak ketiga itu dengan ketusnya.
"Saya tahu jumlahnya, jumlah bulu yang ada pada ekor keledai saya ini sama dengan jumlah rambut yang ada di janggut Saudara," jawab Abu Nawas dengan ketus pula.
"Bagaimana Saudara bisa buktikan hal itu?" tanya orang bijak ketiga lagi.
"Oh... kalau yang itu sih mudah, begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut Saudara. Nah...kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya yang keliru," jawab Abu Nawas dengan penuh semangat.
Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung yang seperti itu. Akhirnya orang bijak tersebut kembali ke negeri asalnya, dan sementara itu orang-orang desa yang meyaksikan semakin yakin bahwa Abu Nawas adalah orang terbijak diantara keempat orang tersebut.

Malam Kematian

Senja berlalu dalam kesendirian.
Matapun sudah tak kuasa mengangkat pelupuknya.
gmabaran dunia kian memudar,
berubah ungu lalu kelabu.,
nafas kian tersengal dan memburu.
memburu terburu-buru untuk pergi.
pejagailmu.blogspot.comterbayanglah penat sehari.,
di pagi yang yang belia kurang berilmu.,
di siang yang meraja banyak waktu sia sia.,
di senja ini hanya termanggu tak banyak berarti.

Malam kian menutup dunia
menarik ujung-ujung jemariku
masuk kedalam dinginnya.,
gelap kian menyesakkan.,
perih sakit semakin menghujam tajam
lalu ditariklah jiwa dari raganya.
seperti dikuliti.,
sakitnya mati.

episode akhir manusia.
malam temaram.,
kaki-kaki kaku membeku,
mulut membisu tuk mengadu.,
mengadukan sakit mengadukan digin.
lalu lalang orang tak menyapa,
menangiskah mereka?atau tertawa bahagia?
wajah pucat mati.
apakah ini mimpi?
mimpi di malam hari yang terlelap.,
lalu terjaga.,
tapi ini begitu nyata.,
melayang.,
lalu di arak sebuah parade.,
disungkurkan lalu di desak bumi.,
terdengar tapak tapak meninggalkan.,
sunyi kini.,
Dunia telah terhenti oleh malam.
kini mimpi indahkah atau burukkah?
hingga terompet membangunan untuk diadilkan.(pejaga ilmu)

Mata Indah Wanita

pejagailmu.blogspot.com
Seorang pemuda  bernama Hasan al Bashri sedang menelusuri lorong-lorong pasar mencari sesuatu.

Tiba-tiba pandangannya terpanah pada seorang gadis cantik yang sedang berbelanja. Si gadis pun tahu ada sepasang mata memperhatikan. Segera dikemasi barang belanjaannya dan meninggalkan pasar .

Hasan al Bashri membuntutinya. Si gadis mepercepat langkah,namun kalah cepat. Ia menghentikan langkahnya seraya menoleh ke arah Hasan al Bashri .

"Maaf,mengapa Anda membuntuti saya,? " tanya gadis spontan. Betapa terkejut dan berkeringat dingin Hasan al Bashri, dengan berbata-bata menjawab: "Tidak apa-apa". 

Kemudian, sambil beranjak pergi si gadis berujar: "Kalau begitu jangan  ganggu aku". 

Namun, Hasan tetap membuntuti. Si gadis semakin mempercepat jalannya. Namun, Hasan selalu membuntuti kemanapun. 

Karena jengkel, gadis menghentikan jalannya berbalik menatap Hasan dengan tajam: "Maaf, apa sebenarnya yang Anda mau?"."Katakanlah, mungkin saya bisa menolongmu," ujar si gadis. 

Dengan wajah kemerahan dan malu, Hasan menjawab :"Saya suka kepadamu".

Betapa gadis terkejut. Laki-laki belum dikenal berani berkata demikian. Sang gadis bertanya balik: "Siapakah nama Anda?". Hasan menjawab: "Hasan al Bashri".

Si gagis kembali bertanya :"Pada diriku, apa yang menarik hati Anda?". Dengan polos Hasan  menjawab: "Indahnya bola mata Anda". Mendengar itu, sang gadis kemudian berujar: "Baiklah, akan kuberikan kepada Anda, Hasan al Bashri. Besok pagi sekali, datanglah kerumahku di desa ini," kata si gadis .

Tidak dapat terlukiskan betapa bahagia Hasan, keinginannya tidak bertepuk sebelah tangan. Keesokan hari, waktu yang dinanti Hasan telah tiba. Ia bersiap diri kerumah si gadis .

pejagailmu.blogspot.comKedatangan Hasan disambut dan dipersilahkan duduk oleh pelayan gadis .Tidak beberapa lama pelayan menghidangkan makanan,dan dipersilahkan untuk nenikmatinya.

"Silahkan tuan menikmati, sebentar lagi tuan puteri  akan memenuhi janjinya," ucap pelayan sembari  masuk ke kamar si gadis. 

Tak lama kemudian, si pelayan menemui Hasan dengan membawa piring tertutup kain. "Silahkan tuan buka hidangan ini !".

Dengan bahagia dan rasa senang, Hasan membukanya, mengira dibalik kain penutup adalah surat balasan dari gadis. Betapa terkejut Hasan, ketika yang dilihat dua mata gadis terhidang dipiring dengan darah segar membasahi. 

Gadis telah mencukil kedua matanya. Hasan terkulai saat sadar, bahwa dirinya tertarik ke mata gadis. Dengan secepatnya Hasan masuk kekamar gadis, ternyata gadis telah meninggal dunia. 

Dengan air mata berderai Hasan berlari dan berlari pulang. Penyesalan demi penyelasan membawa dirinya bertobat dan tekun ibadah. 

"Adakalanya kegelapan-kegelapan (dosa) terjadi pada dirimu,Untuk mengingatkan kepadamu kebesaran yang diberikan Allah kepadamu," (al Hikam). 

Sebelum mendapat hidayat, taufiq seorang hamba Allah hidup dalam kegelapan sehingga berbuat berbagai macam kejahatan.

Tetapi setelah mendapat taufiq dan hidayah Allah, hidup dalam cahaya sehingga bisa merasakan nikmat rahmat Allah .Adakalanya nilai sesuatu belum dapat dirasakan, kecuali bila telah merasakan lawannya. 

Betapa berharga kesehatan. "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka  dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan"(Q .S. YAASIN  36:65)





Episode Senja



pejagailmu.blogspot.com
Lembayung senja di ujung masa
Tersirat kerut kerut di langit barat.
Pertanda hari akan terhenti
Dan malam akan segera hadir merasuk.
Lelah sudah raga menjalani kehidupan yang serasa sebentar.
Sehari saja.
Seperti musafir yang mengembara dan berteduh di sebuah gubuk.
Butiran amal telah tersebar di penjuru bumi.
Kebaikan akan dib alas kebaikan.
Keburukan??
Akankah dibalas dengan kengerian hujaman?
Ataukah ampunan dari sebuah kasih sayang sejati.
Senja yang berwarna kuning kemerahan
Membuat mata semakin sendu dan rindu.,
Terbayang semua masa,
Masa yang membuat senyuman ataupun tangisan
Menjadi haru biru.
Biarlah renta renta menjamah
Biarlah segala mampu pergi.,
Biarlah segala berganti menjadi bertumpu kembali.,
Seperti saat belajar berjalan dengan tongkat.,.
Seperti saat ditimang sayang.,
Senja yang memeluk.
Mendekap jiwa dalam kehangatan rindu.,
Jika nanti harus menutup mata.,
Semoga terucap kalimah terindah
Asyhadu al laa ilaaha illallooh wa asyhadu anna muhammadar rosuulullooh.
for-single.blogspot.comDalam kesyahidan tanpa berhisab. (pejagailmu)

Rosululloh pun Bersenda Gurau



Sebagai Panutan umat,Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun melakukan apa yang itu dinamakan Bercanda. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sering mengajak istri dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya. Bila tertawa, beliau tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula dalam bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam beberapa hadits yang menceritakan seputar bercandanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Seperti hadits dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha,
"Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum." (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, "Betul, hanya saja aku selalu berkata benar." (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)

Tak ada Nenek-nenek didalam Surga
pejagailmu.blogspot.com Rasulullah SAW juga pernah bergurau dengan nenek-nenek tua yang datang dan berkata, "Doakan aku kepada Allah agar Allah memasukkan aku ke surga ." Maka Nabi SAW berkata kepadanya, "Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga itu tidak dimasuki orang yang sudah tua ." Maka wanita tua itu pun menangis , karena ia memahami apa adanya. Kemudian Rasulullah SAW memahamkannya, bahwa ketika dia masuk surga, tidak akan masuk surga sebagai orang yang sudah tua, tetapi berubah menjadi muda belia dan cantik. Lalu Nabi SAW membaca firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita-wanita surga) itu dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS Al Waqi'ah: 35-37)

Undangan dari orang yang matanya ada "Putih-putih"
Zaid bin Aslam berkata, Ada seorang wanita bernama Ummu Aiman datang ke Rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya suamiku mengundangmu." Nabi berkata, "Siapakah dia, apakah dia orang yang matanya ada putih-putihnya?." Ia berkata, "Demi Allah tidak ada di matanya putih-putih!." Maka Nabi berkata. "Ya, di matanya ada putih-putih." Maka wanita itu berkata, "Tidak, demi Allah." Nabi berkata, "Tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada putih-putihnya." (Az-Zubair bin Bakar dalam "Al Fakahah wal Mizah" dan Ibnu Abid-Dunya).

Yang dimaksud dalam hadits ini adalah putih yang melingkari hitamnya bola mata.


Kurma dan Bijinya

Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Setiap kali mereka makan sebuah kurma, bijibiji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masingmasing. Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan terlalu banyak kurma. Bijibiji kurma sisa mereka menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasulullah. Maka Ali pun secara diamdiam memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi Rasulullah. Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan,
"Wahai Nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji kurma yang menumpuk di tempatmu." Nabi pun tersenyum dan menjawab, "Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma berikut biji-bijinya". (HR. Bukhori)

Unta dari Ibu Unta

pejagailmu.blogspot.com 
 Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata : "Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana". Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. "Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?". Rasulullah menjawab, "Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta" . Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)


Siapa Manusia yang mau membeli Budak
Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, "Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya". Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat.
Zahir: "Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!",
Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah. Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: "Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??" Zahir: "Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka" Rasulullah: "Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?"  Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)


 Teladan kita, Rasulullah SAW, adalah orang yang senang menebarkan kegembiraan dan kebahagiaan dalam kehidupan manusia. Walapun beliau menghadapi berbagai kesusahan yang beraneka ragam, namun beliau juga bergurau dalam batasan tidak berbicara sesuatu kecuali yang benar. Solawat serta salam semoga selalu tercurah kepada teladan kita Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.